Langsung ke konten utama

Kete' Kesu Toraja Utara

Kete’ Kesu merupakan salah satu desa wisata terkenal yang terletak di Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Perjalanan ke obyek wisata ini membutuhkan waktu 8-10 jam perjalanan dari Makassar. Jangan khawatir dengan waktu tempuh yang cukup lama, karena di sepanjang perjalanan kita dapat menikmati pemandangan indah berupa perbukitan hijau yang dapat menghilangkan rasa penat. Di desa wisata Kete’ Kesu pengunjung disuguhkan kehidupan asli masyarakat Tana Toraja. Mulai dari barisan rumah adat Tongkonan hingga tebing yang berfungsi sebagai pemakaman. Pemakaman ini dikenal dengan nama Bukit Buntu Kesu. Hamparan sawah yang luas serta udara sejuk pegunungan menambah daya tarik tersendiri bagi desa wisata ini.

Pengunjung dikenakan biaya Rp.10.000 per orang. Harga yang sangat terjangkau tentunya. Ketika masuk, kita dapat langsung melihat barisan rumah adat Tana Toraja yaitu Rumah Tongkonan dengan lumbung padi di hadapannya. Beberapa penghuni rumah juga terlihat saling bercengkerama di pelataran rumah. Rumah-rumah Tongkonan di desa ini diperkirakan sudah berumur 300 tahun dan diwariskan secara turun temurun. Dinding-dinding Tongkonan dihiasi dengan ukiran dan juga tanduk kerbau. Tanduk kerbau mewakili status sosial pemilik rumah. Semakin banyak atau tinggi tanduk kerbau yang dipajang, berarti semakin tinggi pula status sosial pemilik rumah tersebut. Rumah Tongkonan di sini juga dibangun menghadap ke Timur dengan alasan bahwa masyarakat Toraja menganggap arwah leluhur mereka menetap di Timur. Salah satu dari Rumah Tongkonan tersebut dijadikan museum yang memperlihatkan peninggalan-peninggalan bersejarah mulai dari kerajinan keramik dari Cina, patung-patung, hingga senjata tradisional. Ada juga sebuah kandang yang berisi seekor kerbau belang. Kerbau belang merupakan hewan yang disakralkan oleh masyarakat Tana Toraja dan biasanya digunakan pada upacara pemakaman. Harganya sangatlah mahal, dari puluhan hingga ratusan juta rupiah per ekor. Masyarakat percaya bahwa dengan menyembelih kerbau belang ini, maka arwah akan cepat sampai di alam akhirat (puya) atau nirwana.

Tidak jauh dari barisan Rumah Tongkonan, terdapat sebuah bukit berbatu yang terlihat sangat menyeramkan. Bukit berbatu ini merupakan bagian paling menarik di Kete’ Kesu. Bukit berbatu yang menyerupai tebing tersebut adalah Bukit Buntu Kesu. Bukit Buntu Kesu merupakan sebuah situs pemakaman kuno di desa ini. Pemakaman kuno ini diperkirakan berusia 600 tahun. Bukit dilengkapi dengan gua-gua yang diisi peti mati berbentuk kapal kano. Peti mati dibuat dari bahan kayu dilengkapi dengan berbagai macam ukiran. Menurut tradisi, masyarakat dengan status sosial lebih tinggi dimakamkan di lubang yang lebih tinggi, sementara rakyat jelata diistirahatkan di kaki bukit begitu saja tanpa diletakkan di dalam peti. Tulang belulang yang berusia puluhan bahkan ratusan tahun pun dapat kita lihat dengan jelas berserakan di kaki bukit. Kondisinya ada yang masih utuh, adapula yang sudah berserakan dimana-mana. Yang saya herankan, bagaimana keluarga mendiang dapat mengenali anggota tubuh keluarganya itu. Masyarakat Toraja percaya bahwa semakin tinggi seseorang dimakamkan, semakin mudah jalan menuju alam akhirat atau nirwana. Di tebing ini kita juga dapat melihat beberapa Tau-Tau. Tau-Tau adalah patung yang dibuat sebagai simbol orang yang sudah mati. Patung-patung ini hanya dibuat untuk orang-orang dengan status social yang tinggi, karena untuk membuatnya saja keluarga mendiang harus menyembelih puluhan ekor kerbau terlebih dahulu. Beberapa Tau-Tau bahkan dihiasi dengan perhiasan seperti emas dan perak. Oleh sebab itu mereka diletakkan di dalam jeruji untuk menghindari dari pencurian. Sebelum naik ke atas bukit, kita akan bertemu beberapa tour guide yang akan membantu menjelaskan lebih detail mengenai bukit tersebut dan juga kehidupan masyarakat Toraja. Mereka tidak mematok harga, oleh karena itu kita dapat membayar seikhlasnya. Di mulut gua kita juga akan bertemu anak-anak yang menawarkan senter. Mereka menyewakan senternya dengan harga Rp.5000 per buah.

Bukit Buntu Kesu

Tulang Belulang

Jika berbicara tentang Tana Toraja, kurang lengkap jika belum menyaksikan upacara pemakaman yang sangat sakral. Upacara pemakaman masyarakat Tana Toraja dikenal dengan Upacara Rambu Solo. Upacara ini dimaksudkan untuk mengantarkan arwah mendiang ke alam akhirat (puya) atau nirwana. Masyarakat percaya bahwa apabila upacara ini belum dilaksanakan, maka arwah tidak akan sampai ke nirwana. Upacara pemakaman ini terkenal dengan kemeriahannya. Semakin tinggi status sosial keluarga yang meninggal, semakin meriah pula upacara Rambu Solo berlangsung. Biasanya, keluarga dengan status sosial tinggi akan menyembelih puluhan hingga ratusan ekor kerbau. Sedangkan golongan menengah menyembelih 10 ekor kerbau dan 10 ekor babi. Jumlah kerbau yang disembelih dipercayai dapat mempercepat perjalanan ke alam akhirat (puya). Jika pihak keluarga belum mampu untuk menyembelih sejumlah kerbau atau babi, maka jenazah akan disimpan di dalam Tongkonan sampai pihak keluarga mampu untuk menyelenggarakan upacara tersebut. Jika Anda beruntung, Anda dapat menyaksikan Upacara Rambu Solo secara langsung di Kete’ Kesu.

Tau-Tau

Di sepanjang jalan setapak menuju gerbang exit, kita akan disuguhkan dengan kios-kios kecil yang menjual berbagai macam suvenir. Penjual souvenirnotabene adalah penduduk setempat. Souveniryang dijual di sini kebanyakan berbentuk ukiran kayu khas toraja. Ukiran kayu dibuat sebagai hiasan dinding, bingkai, baki, asbak, tempat tisu, dan lain sebagainya. Selain ukiran kayu, dijual juga gantungan kunci, patung-patung, senjata tradisional, hingga kain batik berwarna cerah dengan motif khas Tana Toraja. Harga souveniryang dijual disini berkisar dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah. Anda tidak perlu khawatir, harga souvenir di sini masih bisa ditawar. 

Ayo ke ke'te kesu...  Jangan dulu mati sebelum ke Toraja Utara

Komentar

Postingan populer dari blog ini

25 Tempat Wisata di Jogja yang keren

wisata Jogja Kota Yogyakarta atau akrab disebut Jogja adalah destinasi wisata yang sangat mempesona. Buktinya, kota ini selalu ramai dikunjungi para pelancong dari luar kota, terutama pada masa-masa liburan. Ada banyak magnet yang menjadi daya tarik Kota Jogja. Tempat wisata, , budaya dan kesenian, serta arsitektur bangunan yang ada di Jogja bisa membuat para pengunjung semakin jatuh cinta. Nah, apabila Anda sedang merencanakan liburan ke Jogja dalam waktu dekat, tak perlu bingung hendak ke mana. Berikut adalah daftar lengkap tempat wisata di Jogja yang tidak boleh dilewatkan, mulai dari wisata sejarah hingga wisata kekinian, berbasis hiburan maupun pengetahuan, untuk anak-anak atau orang dewasa. 1. Malioboro Malioboro Malioboro adalah salah satu tempat wisata di Jogja yang merupakan favorit para wisatawan. Bahkan, hampir semua orang yang pernah berkunjung ke kota ini pasti pernah menyambangi malioboro  Tempat ini merupakan sebuah kawasan yang menawarkan...

Raja Ampat

Surga Bawah Laut Di Raja Ampat,  Papua Barat Bermacam-macam jenis terumbu karang yang ada di perairan Raja Ampat terpancar begitu indah. Tanpa harus menyelam dan masuk ke laut dalam semua isi laut dangkalnya sudah terlihat dan mewakili hampir sebagian besar isi laut dalamnya. Ikan-ikan kecil seperti menari memamerkan liukan tubuh mereka. Gelombang ombak yang tenang memberikan mereka kesempatan untuk berenang berkelompok dan mendekat ke wilayah tinggal manusia. Ikan-ikan berpadu dengan karang yang menawan menyuguhkan sebuah surga bagi para penyelam dunia. Laut Raja Ampat memang memiliki keindahan yang belum tertandingi oleh tempat manapun di Indonesia, bahkan Raja Ampat dapat disetarakan dengan perairan indah dunia seperti Maladewa, Laut Tengah, atau Kepulauan Fiji. Raja Ampat merupakan salah satu dari 10 tempat menyelam terbaik yang dimiliki dunia. Bahkan, diakui sebagai perairan nomor satu di dunia yang memiliki flora fauna terlengkap di dunia. Seorang ahli kara...

LOLAI "NEGERI DIATAS AWAN"

Negeri sejuta Impian Lolai, kapala pitu Toraja utara sulawesi selatan Indonesia Toraja utara. Ya Toraja utara, yang dikenal dengan negeri lepingan bulan tana matarik allo. Toraja Utara sangatlah terkenal dengan budayanya yang begitu dahsyat megah dan membuat mata dunia menajadi terkagum-kagum, bukan cuman budayanya, alamnya juga sangatlah indah menawan contohnya tongkonan dan yang lagi buming saat ini adalah daerah dataran tingginya. Beberapa di antaranya menawarkan pemandangan gumpalan awan yang sangat indah hingga mendapat julukan “negeri di atas awan”.  Salah satunya yang terkenal adalah Kampung Lolai. Kampung Lolai memiliki gugusan pegunungan yang puncaknya bisa dijangkau. Di puncak dengan ketinggian 1.300 meter di atas permukaan laut tersebut akan tersaji pemandangan yang sangat indah berupa hamparan awan, membuat kita serasa di negeri atas awan. Pemandangan gugusan awan dengan sinar matahari pada lanskapnya memberikan suatu pengalaman yang tak terlupakan. Kampung ...